Minggu, 25 Desember 2011

Antara Aku dan Loi

“Loi!” Aku berlari dan berhasil meraih tangannya.
Dia menoleh sambil memandangku seakan tak percaya akulah yang memegang tangannya sekarang. Aku tahu dengan pasti apa yang akan dilakukannya sekarang. Yeah, she is crying now. Is it my mistake anymore? Maybe.
‘Pergilah, Asa! Please.” Dia berkata, menangis, dan menatapku sekaligus. Aku bisa melihat dengan jelas lagi wajahnya sekarang. Tapi entahlah apa yang harus aku rasakan saat ini. Aku ingin melihat wajahnya. Ataukah aku tak ingin melihatnya untuk selamanya.
Pada keadaan ini aku pergi. Aku akan melepaskan tangannya. Kemudian aku akan berpaling darinya dan melangkahkan kedua kakiku. Berjalan. Terus berjalan meninggalkannya. Saat itulah dia juga melakukannya. Sama persis. Hingga jarak memisahkan kami. Semakin jauh.
***