Suara cengeng khas anak kecil yang sok kenal terngiang menyuarakan nama yang sama dengan namaku. Dia merengek meminta sesuatu yang tak kumiliki. Aku mengusirnya mentah-mentah.
Anak kecil yang terdengar dari segala sudut. Aku tinggal di sebuah gua yang kedap suara. Sayang sekali bahkan aku hanya menganggapnya anak kecil yang tak berarti apa-apa.
Barisan kijang yang berjajar kini berjalan berarak-arakan. Kucingpun berjalan pula di antaranya. Pelan ia melangkahkan kakinya. Satu kiri, satu kanan, satu kiri, satu kanan. Dia sedang menanti satu kijang yang telah lama membuatnya terkesima. Kijang di belakangnya. Berharap dia mau berjalan lebih darinya.
Peri langit turun ke bumi menabur serbuk kebahagiaan. Harapan si kucing pun didengarkan.Kijang seolah mengerti apa yang si pengharap harapkan. Kini kijang meluncur bagaikan trewelu.
Keluarlah sayap si kucing. Dia ingin terbang bersama kijang. Kijang berjalan di sampingnya. Meski kucing kalah cepat. Kucing tetap ingin terbang walau hanya selangkah saja dia berjalan dengan si kijang di sampingnya.