Minggu, 25 Desember 2011

Antara Aku dan Loi

“Loi!” Aku berlari dan berhasil meraih tangannya.
Dia menoleh sambil memandangku seakan tak percaya akulah yang memegang tangannya sekarang. Aku tahu dengan pasti apa yang akan dilakukannya sekarang. Yeah, she is crying now. Is it my mistake anymore? Maybe.
‘Pergilah, Asa! Please.” Dia berkata, menangis, dan menatapku sekaligus. Aku bisa melihat dengan jelas lagi wajahnya sekarang. Tapi entahlah apa yang harus aku rasakan saat ini. Aku ingin melihat wajahnya. Ataukah aku tak ingin melihatnya untuk selamanya.
Pada keadaan ini aku pergi. Aku akan melepaskan tangannya. Kemudian aku akan berpaling darinya dan melangkahkan kedua kakiku. Berjalan. Terus berjalan meninggalkannya. Saat itulah dia juga melakukannya. Sama persis. Hingga jarak memisahkan kami. Semakin jauh.
***

Sabtu, 22 Oktober 2011

Announcement

There will be a short meeting to all Biology Club member in the school library after school.
Every member need to be present in this important meeting. Anyone unable attend the meeting should find the mentor for ask permission.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Cerpen Kedua : Tittle is not available


Angin September berhembus dari arah timur, menerpa wajah dan tubuhku hingga hampir membeku dan membiru dalam keheningan malam yang menyesakkan. Tak pernah aku peduli dengan hal itu. Aku hanya sangat merindukan tempat ini lebih dari siapa pun yang mengetahuinya. Di tempat ini aku melewati hari-hari yang terjal dan berliku. Kebahagiaan hingga kepahitan karena keluarga, sahabat, atau cinta yang rumit telah kurasakan di tempat ini. Dan tragisnya terakhir kali aku berada di tempat ini, aku baru saja merasakan sesuatu yang amat pahit dan menyakitkan. Aku dalam keadaan hancur dan kecewa ketika itu. Bahkan semua itu masih tersisa dan dapat kurasakan hingga detik ini. Kalah mutlak dalam peperangan dan sebuah rasa bersalah.